Face Of Indonesia

Mohon untuk Login
Bagi Yang Belum Punya Id Klik Register

ADMIN = gedeagas

Co-Admin = antonius03,superdong
Salam

Admin Face Of Indonesia
Face Of Indonesia

Larages indonesian Hig tec Comunity

Login

Lupa password?

facebook like

Cuaca

bloguez.com

Latest topics

» Apakah Forum ini Bagus
Wed Jun 22, 2011 11:35 am by WilmanMx

» Dampak Nuklir Jepang
Wed Jun 22, 2011 11:33 am by WilmanMx

»  ....... TEST IQ SEDERHANA ............... (Ngaku pintar masuk lu !!!)
Sun Jun 05, 2011 10:06 pm by Tamu

» Cheat Ninja saga
Tue May 17, 2011 9:46 am by gedeagas

» ✦ ✦ ✦ Baju Karate Murah ✦ ✦ ✦
Sun May 15, 2011 9:01 pm by kakaslank

» Trans TV dan Trans 7 boikot panasonic Gobel Awards ke-14
Sun May 15, 2011 7:10 pm by gedeagas

» Sekilas Mengenai BlackBerry®
Sun May 15, 2011 7:00 pm by gedeagas

» [REVISED]The Lounge's Guidelines - You Ought To Read This First!
Sun May 15, 2011 6:47 pm by gedeagas

» Pirates of The Caribbean 4: The Fountain of Youth (review)
Sun May 15, 2011 12:49 pm by gedeagas

Kamus Forum

Kamus

Navigation

User Yang Sedang Online

Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 17 pada Thu Mar 31, 2011 2:59 pm

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 

    Gaya Belajar Evektif

    Share
    avatar
    gedeagas
    Admin [GM]
    Admin [GM]

    Jumlah posting : 182
    Points : 2147483635
    Cendol : 10032
    Join date : 24.03.11

    Gaya Belajar Evektif

    Post  gedeagas on Sat Apr 09, 2011 7:38 pm


    Tujuh Gaya Belajar Efektif Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Berikut adalah tujuh gaya belajar yang mungkin bisa Anda ikuti 1.Bermain dengan kata. Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang
    senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca
    serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa
    membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal
    lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.
    2.Bermain dengan pertanyaan. Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu
    dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita
    memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiaop
    kali muncuil jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan
    hasil yang paling akhirnya atau kesimpulan.
    3.Bermain dengan gambar. Anda sementar orang yang lebih suka belajar dengan membuat
    gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang
    yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu
    dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat
    perubahan, merangkai dan membaca kartu. Jika Anda termasuk
    kelompok ini, tak salah bila Anda mencoba mengikutinya.
    4.Bermain dengan musik. Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu
    instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak
    orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara
    menginat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme
    hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai
    beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang
    kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan
    dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik
    bagaimanalagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada
    saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu,
    bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia,
    teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.
    5.Bermain dengan bergerak. Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan
    tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara
    belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah
    memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah
    kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok
    yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan
    beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.
    6.Bermain dengan bersosialisasi. Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik
    mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul,
    kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan
    mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat
    dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.


    7.Bermain dengan Kesendirian. Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya,
    termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini,
    biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga
    privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki
    kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara
    mandiri.
    (Sumber TEMPO Interaktif - 23 April 2001)
    Lima Prinsip Belajar 1.Mengenali betul apa yang menarik untuk kita Jika kita mengetahui betul apa sesungguhnya yang menarik bagi
    kita, tentu akan lebih mudah mencari ragam informasi penting yang
    akan kita pelajari. Tak ada seorang pun yang mampu memberikan
    informasi tentang apa yang menarik untuk kita pelajari kecuali kita
    sendiri.
    Ada baiknya, sekali waktu, Anda berhenti dulu belajar, lalu tanyakan
    pada diri Anda sendiri, untuk apa Anda belajar? Jika Anda cukup
    punya alasannya, tak salah bila Anda mencoba mengujinya dengan
    mengikuti beberapa tes untuk melihat tingkat pemahaman kita dan
    cara untuk meningkatkannya. Hal terpenting yang perlu diingat
    adalah seberapa cepat pun kita bisa memahami suatu informasi,
    maka informasi itu dengan mudah bisa hilang dari ingatan jika
    ternyata informasi tersebut bukan seperti sesuatu yang menjadi inti
    ketertarikan kita.
    2.Kenalilah kepribadian diri sendiri. Jika kita tahu betul siap kita dan apa yang kita inginkan, maka
    mempelajari sesuatu yang sesuai dengan keinginan dan
    kepribadian kita menjadi lebih mudah dilakukan. Sebab, apapun
    yang akan kita pelajari dan pahami, seringkali menjadi sia-sia jika
    ternyata tak sesuai dengan kepribadian kita.
    3.Rekam semua informasi dalam kata. Langkah yang paling mudah untuk memahami, mengingat dan
    mempelajari sesuatu adalah dengan kata. Jadi, langkah yang paling
    mudah dan bijaksana adalah bila kita terbiasa merekam semua
    informasi itu dengan cara menuliskannya kembali dalam bentuk apa
    saja. Gambar, coretan dan yang terbaik adalah catatan tertulis
    buatan tangan sendiri.
    4.Belajar bersama orang lain. Cara termudah untuk belajar sesungguhnya adalah bila kita
    melakukannya secara bersama-sama. Prinsip belajar ini hampir
    selalu efektif bagi setiap orang, apa pun karakter belajar yang
    dimilikinya. Selain itu, belajar juga menjadi terasa lebih
    menyenangkan dan ringan, bila dilakukan secara bersama-sama.
    5.Hargai diri sendiri. Belajar memahami dan menyerap informasi akan menjadi lebih
    terasa bermanfaat dan berarti bila kita menghargainya. Jadi,
    rencanakan apa yang Anda akan pelajari dan pahami. Setelah itu,
    cobalah membuat jeda di antara waktu belajar yang Anda laklukan.
    Setelah itu, lihat seberapa besar tingkat keberhasilan Anda dalam
    mempelajari suatu informasi atau fakta tertentu. Bila Anda merasa

    itu berhasil, maka Anda layak menghargai jerih-payah Anda belajar
    dengan cara apa saja. Misalnya, merayakannya dengan makan
    enak atau membeli sesuatu yang bisa mengingatkan Anda akan
    keberhasilan yang Anda pernah capai. (Sumber TEMPO Interaktif -
    23 April 2001)
    Cara Belajar Yang Baik Menurut Hukum Newton Oleh : Uripto Trisno Santoso Banyak orangtua, guru dan mungkin teman kita memberikan nasihat agar
    kita belajar jauh hari sebelum waktu pelaksanaan ujian tiba. Tidak sedikit
    buku tentang cara belajar yang juga memberikan nasihat demikian.
    Secara umum kita semua setuju, terutama ketika kita masih duduk di
    bangku sekolah, agar belajar secara bertahap dan sistematis.
    Sebaliknya, pada dasarnya kita tidak setuju cara belajar dengan Sistem
    Kebut Semalam (SKS), yakni belajar semalam suntuk hanya pada saat
    menjelang ujian keesokan harinya. Selain melelahkan dan mendatangkan
    stres, cara belajar SKS tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan
    cenderung menuai kegagalan. Namun, dengan berbagai alasan banyak
    siswa atau mahasiswa yang masih suka belajar dengan cara SKS.
    Melihat betapa besar pengorbanan orangtua dan mungkin juga sanak-
    saudara, mengeluarkan biaya dan mencurahkan perhatian kepada kita
    dengan harapan kita memperoleh pendidikan yang baik dan kelak
    memiliki bekal ilmu. Atau setidaknya ijazah yang dapat dijadikan
    prasyarat guna mendapatkan pekerjaan. Lebih jauh, masyarakat di
    kampung hingga negara juga menaruh harapan besar di pundak siswa
    sebagai penerus bangsa. Apa pun alasannya, belajar jelas penting dan
    sangat perlu apalagi bagi siswa, minimal untuk mencapai syarat
    kelulusan.
    Untuk lebih memotivasi siswa dan guru, pada kesempatan ini penulis
    memaparkan tentang cara belajar yang baik ditinjau dari sudut pandang
    sains (ilmu pengetahuan), Juga memberikan alasan ilmiah mengapa kita
    lebih baik belajar secara berkesinambungan jauh hari sebelum ujian,
    bukan belajar dengan cara dadakan (SKS).
    Ada beberapa hukum dalam sains yang dapat dijadikan landasan ilmiah tentang cara belajar yang baik, misalnya Hukum Newton. Hukum Newton sangat terkenal terutama dalam pelajaran fisika dan telah diaplikasikan dalam banyak bidang hingga sekarang. Misalnya untuk pembangunan

    jalan, jembatan, rumah, gedung bertingkat, perancangan peluru kendali hingga peluncuran roket ke luar angkasa. Hukum I Newton Hukum I Newton (Hukum Kesatu Newton), dikenal juga sebagai hukum
    kelembaman menyatakan, ‘Setiap benda akan tetap berada dalam
    keadaan diam atau bergerak lurus beraturan bila tidak dikenai gaya dari
    luar (resultan gaya sama dengan nol, SF = 0)’. Ini dapat diartikan, untuk
    mengubah keadaan benda dari diam menjadi bergerak, atau dari
    bergerak menjadi diam, diperlukan suatu gaya. Sedangkan benda yang
    bergerak lurus beraturan tidak memerlukan gaya lagi untuk tetap
    bergerak lurus beraturan (tanpa percepatan).
    Sebagai contoh, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang
    bergerak kemudian kendaraan dihentikan (direm) tiba-tiba, maka kita
    akan terdorong ke depan. Sebaliknya, pada saat kita berada dalam
    kendaraan yang sedang diam kemudian secara tiba-tiba dijalankan, maka
    kita akan cenderung tertarik ke belakang. Efek ini semakin nyata kalau
    kendaraan dijalankan dengan tiba-tiba pada kecepatan cukup tinggi. Apa
    artinya ini dikaitkan dengan cara belajar yang efektif?
    Kita seringkali atau pernah mengalami suatu keadaan di mana kita
    merasa sangat kesulitan untuk memulai belajar. Ketika itu kita mungkin
    sudah menyiapkan buku dan perlengkapan belajar lainnya, kemudian
    duduk dan mungkin sambil menghidangkan makanan/minuman ringan
    sekadarnya disertai alunan musik dari radio/tape, tetapi bukannya materi
    pelajaran yang masuk, melainkan hanya membolak-balik halaman
    pertama. Sementara tanpa terasa makanan ringan di meja akhirnya habis,
    kita merasa lelah, berebah di tempat tidur, seakan-akan tiada kekuatan
    untuk berkonsentrasi dan melawan rasa malas, dan selanjutnya.
    Tertidur. Hal ini dapat dimengerti, karena kita dari keadaan diam (belum
    pernah belajar) cenderung untuk tetap diam (tidak belajar). Lain halnya
    kalau kita diberi tugas atau PR (pekerjaan rumah) yang harus
    dikumpulkan esok harinya dan tugas ini akan dinilai serta mempengaruhi
    kualitas kelulusan, maka jika kita belum mengerjakannya dapat dipastikan
    kita memiliki suatu kekuatan besar dan terdorong untuk menyelesaikan
    tugas tersebut. Jadi, memang diperlukan suatu gaya dari luar (energi
    pendorong atau motivasi kuat) yang dapat memaksa kita dari keadaan
    diam (tidak belajar) menjadi berada dalam keadaan belajar.
    Sebaliknya, jika kita berada dalam keadaan belajar dan bergerak lurus
    beraturan (maksudnya kita sudah memahami materi pelajaran, merasa
    enjoy belajarnya), maka kita sering ‘lupa waktu’. Kita tidak merasa berat
    untuk belajar bahkan sering merasa tertarik untuk terus belajar, kecuali
    kalau ada gaya dari luar yang sangat kuat. Misalnya, acara film yang
    sangat disukai atau kedatangan tamu spesial yang tidak bisa kita tolak.
    Ini sesuai dengan Hukum I Newton, benda yang berada dalam keadaan
    bergerak lurus beraturan akan cenderung bergerak lurus beraturan,
    kecuali jika ada gaya dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi,
    menurut Hukum I Newton, kita sebaiknya belajar secara
    berkesinambungan dan teratur serta menghindari atau mengatasi segala sesuatu yang dapat menghambat usaha belajar kita. Hukum II Newton Kalau Hukum I Newton berbicara tentang kelembaman (keengganan
    untuk berubah), maka Hukum II Newton berbicara tentang percepatan
    (perubahan kecepatan). Hukum II Newton menyatakan, percepatan yang
    ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda sebanding
    dengan besar gaya, searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik
    dengan massa kelembaman benda tersebut.
    Artinya, semakin besar gaya yang bekerja pada benda maka semakin
    besar percepatan yang ditimbulkan. Sebaliknya, semakin kecil gaya yang
    bekerja maka semakin kecil percepatan yang ditimbulkan. Bila gaya yang
    bekerja pada benda sama dengan nol maka tidak ada percepatan yang
    dihasilkan, artinya pada keadaan seperti ini Hukum I Newton yang
    berlaku. Karena percepatan berbanding terbalik dengan massa
    kelembaman, maka semakin besar massa benda semakin kecil
    percepatan yang dihasilkan oleh gaya yang sama. Jika suatu benda
    mengalami percepatan, maka kecepatannya akan semakin besar dengan
    bertambahnya waktu. Jika kecepatan benda semakin kecil dengan
    bertambahnya waktu, ini berarti benda tersebut mengalami perlambatan.
    Bagaimana kaitan antara Hukum II Newton dengan cara belajar yang
    baik?
    Adakalanya semangat belajar begitu besar, tetapi di lain waktu kadang
    kita merasa kurang bersemangat untuk belajar. Karena semangat belajar
    mempengaruhi kualitas proses belajar maka tentu saja semangat belajar
    akan turut menentukan hasil dari proses belajar, yakni penguasaan
    materi, pengembangan materi hingga kualitas kelulusan kita (nilai hasil
    ujian).
    Dari Hukum I Newton kita tahu, jika kita sudah dalam keadaan belajar
    secara beraturan berkesinambungan dan tidak ada sesuatu yang dapat
    mengganggu belajar kita maka kita cenderung untuk tetap terus belajar
    (berkesinambungan), namun dengan kecepatan penguasaan materi yang
    sama. Dari Hukum II Newton dapat kita nyatakan, diperlukan gaya
    (motivasi) untuk mengubah kecepatan pengusaan materi belajar. Jika
    besarnya motivasi untuk maju sama besar dengan keengganan kita untuk
    maju (yang berdampak pada suatu kemunduran), maka resultan gaya (SF)
    sama dengan nol. Berarti, proses belajar kita tidak mengalami kemajuan
    (tetap segitu-gitu aja). Tanpa adanya motivasi untuk lebih cepat
    menguasai materi atau motivasi untuk lebih banyak materi yang dikuasi.
    Bila kita menginginkan percepatan yang besar, diperlukan suatu motivasi
    yang semakin besar.
    Massa kelembaman dapat diartikan sebagai tingkat keengganan
    (kemalasan) kita sendiri atau tingkat kesulitan materi pelajaran yang
    dihadapi. Semakin besar tingkat kemalasan atau semakin tinggi tingkat
    kesulitan materi pelajaran, maka diperlukan gaya (motivasi) yang besar
    untuk mencapai tingkat percepatan yang sama dalam proses penguasaan
    materi. Dengan kata lain, untuk tingkat penguasaan yang sama (setara),
    materi pelajaran yang lebih sulit memerlukan motivasi lebih besar

    daripada materi pelajaran yang relatif lebih mudah. Jika tingkat motivasi
    untuk pelajaran yang sangat sulit (kita memang mengalami kesulitan
    untuk menguasainya) kita buat sama dengan tingkat motivasi untuk
    pelajaran yang mudah, maka dapat dipastikan hasil yang diperoleh akan
    berbeda.
    Hukum III Newton Hukum III Newton disebut juga Hukum Aksi-Reaksi. Apabila sebuah benda
    mengerjakan gaya pada benda lain (disebut aksi), maka benda kedua ini
    juga akan mengerjakan gaya yang sama besar pada benda pertama tetapi
    berlawanan arah dengan gaya dari benda pertama. Ini dapat diartikan,
    jika kita membenci suatu materi pelajaran, apa pun alasannya, maka
    pelajaran tersebut akan balas membenci kita. Akibatnya, semakin sulit
    bagi kita untuk menguasai materi pelajaran tersebut jika kita sendiri
    membenci pelajaran itu. Jadi, kita harus berusaha menyenangi pelajaran
    yang akan kita pelajari agar kita lebih mudah menguasai materi pelajaran
    tersebut.
    Terkait dengan Hukum Newton tersebut, ada beberapa tips tentang cara belajar yang baik yang disarankan: 1. Jangan belajar hanya pada saat menjelang ujian. Jika terlalu lama dalam keadaan diam (tidak belajar), maka kita semakin sulit untuk memulainya. Semakin lama kita tidak belajar, semakin besar kecenderungan kita untuk tetap tidak belajar. 2. Buat suatu keadaan sedemikian hingga seolah-olah kita selalu dalam
    keadaan belajar. Ini tidak berarti kita harus terus menerus belajar tanpa
    istirahat. Dimaksud di sini, kita belajar secara berkesinambungan dan
    teratur. Sinambung artinya nyambung antara proses belajar hari ini
    dengan hari-hari kemarinnya. Kalaupun kita liburan, upayakan kita tidak
    lepas sama sekali dengan mata pelajaran.
    3. Bangkitkan motivasi yang kuat untuk belajar, terutama untuk pelajaran
    yang lebih sulit. Semakin sulit materi pelajaran, semakin besar motivasi
    yang diperlukan untuk menguasainya. Untuk membangkitkan motivasi
    ada berbagai cara, antara lain: Bayangkan betapa puas dan bangganya
    kita kalau kita mampu menguasai pelajaran yang sulit; Anggaplah semua
    pelajaran penting dan berguna bagi masa depan kita; Kejarlah prestasi
    terbaik karena kesempatan yang lebih baik biasanya lebih memihak pada
    orang-orang terbaik; Ingat belajar itu termasuk ibadah. Tuhan tidak
    menilai kesuksesan belajar kita hanya dari nilai hasil ujian, tetapi Tuhan
    akan menilai proses perjuangan kita untuk memperoleh nilai tersebut.
    4. Jangan sekali-kali membenci suatu mata pelajaran. Pepatah
    mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Dalam hal ini mungkin anda
    belum mengenal mata pelajaran tersebut. Coba kenali lebih jauh,
    mungkin anda akan menyayanginya.
    Staf Pengajar Fakultas MIPA Unlam Banjarbaru


    _________________
    Very Happy Very Happy Very Happy


    Tertanda Momod Atau Hansip


      Waktu sekarang Tue Nov 21, 2017 11:29 am